Jakarta : Direktur Utama RS Mata Aini, Prof Dr dr Farida Sirlan mengatakan, rumah sakit yang dipimpinya siap menerima pelayanan gratis bagi para penderita katarak yang kurang mampu. Hal tersebut diungkapkanya disela pembukaan bakti sosial RS Mata Aini, Jakarta Selatan, Sabtu (8/5).
"Hingga kini tercatat sekitar 100 orang penderita katarak yang siap mendapatkan layanan kesehatan gratis dari kami. Seluruh penderita katarak ini akan menjalani operasimulai hari Sabtu (8/5) ini hingga Senin (10/5) mendatang,"kata Dr Farida Sirlan
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada hari Sabtu ini, tercatat ada 20 orang yang siap menjalani operasi katarak, sedangkan sisanya akan menyusul pada esok hari dan lusa. Mereka umumnya adalah berasal dari pegawai Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Kendati begitu, RS Mata Aini membuka kesempatan kepada siapa saja yang menderita katarak untuk mendapatkan operasi secara cuma-cuma.
"Memang untuk saat ini pasien yang mendapat pelayanan gratis berasal dari Dinas Kebersiahan DKI. Sebab gubernur DKI sendiri yang meminta agar pegawainya di Dinas Kebersihan mendapatkan bantuan ini. Kebayakan mereka adalah tukang sapu jalan. Tetapi kami juga membuka kesempatan kepada siapa saja yang menderita katarak untuk mendapatkan operasi secara cuma-cuma," kata Farida Sirlan.
Sementara itu, Gubernur Fauzi Bowo dalam sambutannya mengatakan, warga Jakarta saat ini masih membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik dan beragam. "Manusia pada umumnya menginginkan kesehatan. Karena jika salah satu panca indera kita mengalami gangguan tentu akan menimbulkan akibat yang luar biasa," ujar Gubernur.
Gubernur mencontohkan, jika pengelihatan seseorang mengalami gangguan maka akan mempengaruhi keadaan ekonomi seseorang. Karenanya ia melihat bahwa kegiatan baksi sosial ini sangat membantu masyarakat khususnya warga Jakarta.
"Sejauh ini, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pra sejahtera di Jakarta terus ditingkatkan dan semakin diminati oleh warga. Keberadaan puskesmas baik di kelurahan maupun kecamatan, dapat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau.
Hanya saja memang, saat ini baru ada beberapa puskesmas kecamatan yang telah memiliki pelayanan penyakit mata. "Karena penyakit mata bukan penyakit yang setiap hari dibutuhkan. Jadi adanya di rumah sakit daerah dan puskesmas kecamatan saja yang ada," paparnya. (iwan)
|