Senin, 10 Mei 2010
Intraco Penta Bagi Dividen Rp 30 per Saham
Reporter By : Redaksi
Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intraco Penta Tbk (INTA) memutuskan, perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2009 sebesar Rp 30 per lembar saham, atau setara dengan 35% dari perolehan laba bersih di tahun buku 2009 yang sebesar Rp 37,47 miliar.

"RUPS telah memutuskan pembagian dividen Rp 30 per lembar atau 35% dari total laba bersih. Pembagian dijadwalkan pada 18 Juni 2010," kata Wakil Presiden Direktur Intraco Penta Petrus Halim kepada wartawan seusai RUPST di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (10/5/2010).

Menurut Petrus Halim, sampai akhir tahun 2009, jumlah lembar saham yang beredar sekitar 432.005.844 lembar, dengan modal setara dengan Rp 108.001.461.000. Tahun lalu, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih Rp 37,47 miliar, atau meningkat 63,33% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 sebelumnya sebesar Rp 22,94 miliar. Padahal pendapatan perseroan turun menjadi Rp 1,119 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,12 triliun.

"Total dividen sekitar Rp 12,9 miliar. Sisanya akan digunakan untuk permodalan dan laba ditahan," tambahnya.

Sepanjang 2010, perseroan akan menambah modal sebesar Rp 100 miliar di anak usaha mereka, PT Intan Baruprana Finance (IBF). Langkah ini diambil sebagai wujud konvergensi penyedia solusi total di area pertambangan.

"Kita ini penyedia segalanya. Jadi bisnisnya akan terintegrasi. Ada pembiayaan, perawatan, dan juga kontraktor pertambangan. IBF akan lakukan penyertaan langsung Rp 100 miliar," ujarnya.

Selain itu, INTA juga tengah menjajaki penerbitan saham baru dengan HMETD atau rights issue sebesar Rp 500 miliar untuk membiayai akuisisi tiga kuasa pertambangan (KP) di Kalimatan dan atau Sulawesi. Rencananya right issue bakal terbit di triwulan III-IV 2010.

"Kita sedang melakukan tahap due diligence rencana right issue dan juga akuisis KP Batubara dan Nikel. Jika rencana akuisisi telah disepakati, perseroan akan menerbitkan saham baru.

"Proposal (KP) setiap hari ada saja. Namun kami masih di tahap due diligence. Nantinya kita akan issue Rp 300-500 miliar untuk pendanaan akuisisi tersebut," ujarnya. (Rahmad)

 

CopyRight @ Berita Nusantara.Com 2010