Jakarta : Menyongsong Hari Anti Narkoba International (HANI) yang akan jatuh pada 26 Juni 2010, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Konggres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar berbagai sosialisasi salah satunya dengan seminar dan workshop
dengan tema "Narkoba Itu Haram" yang diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat, anggota Kowani dan jga sekitar 1.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono mengatakan, kaum perempuan memegang peran yang sangat penting sebagai ibu bagi anak-anak dan istri pendamping suami yang harus selalu mengingatkan kepada keluarganya betapa bahaya Narkotika.
"Kita dari enam pemuka agama sepakat bahwa Narkoba Itu Haram," kata Dewi Motik pada acara seminar Narkoba di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (22/06/2010). Lebih lanjut Dewi mengharapkan, Kowani berperan aktif karena ada 82 organisasi perempuan dengan jumlah anggota 30 ribu yang tersebar diseluruh Indonesia sehingga strategis melakukan Gerakan Narkotika Haram.
Sementara itu, Kepala BNN Gories Mere menjelaskan pencegahan penggunaan narkoba memerlukan peran semua pihak terutama keluarga. "Modus menyembunyikan dibalik organ tubuh perempuan dari narkoba sudah mulai marak sehingga peran serta semua pihak termasuk Kowani sangat saya banggakan karena kesadaran perempuan atas bahaya narkoba menjadi prioritas," papar Gories Mere.
Sementara itu dalam sambutan sebelum membuka Gerakan Narkotika Haram bersama Kowani, Linda Amalia menegaskan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan perempuan harus terus dilanjutkan dan intens karena tidak hanya perempuan sudah menjadi pengedar tapi sekaligus sudah menjadi menjadi korban.
Acara juga diisi dengan pernyataan sikap 6 pemuka agama dan seminar Penyalahgunaan Narkoba. Selepas prosesi pembukaan para jurnalis berkesempatan presscon bersama Kalakhar Gories Mere dan Dewi Motik terungkap beberapa pointers jelang malam puncak HANI 2010, 26 Juli mendatang. (HIDAYAT) |