Kamis, 20 Agustus 2009
Jalur Buswayakan Pasang Portal
Reporter By : Redaksi
JAKARTA- Sterilisasi jalur busway dari kendaraan non-busway hingga kini tidak pernah berhasil. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana memasang portal di setiap pintu masuk jalur busway. Kepala Dishub DKI M Tauchid mengatakan, hal ini dilakukan karena upaya sterilisasi secara manual tidak berhasil memberi efek jera terhadap pengguna kendaraan non-busway yang masuk jalur busway. "Untuk memberi efek jera, kita usulkan untuk menggunakan alat bantu, yaitu portal," katanya di Balai Kota, Jakarta.

Selama ini, sterilisasi yang dilakukan petugas Dishub dan Ditlantas Polda Metro Jaya memiliki banyak kelemahan. Penjagaan dengan manusia tidak bisa non-stop terus menerus. "Kami usulkan, mudah-mudahan bisa dianggarkan dalam APBD 2009," imbuh mantan Kepala Biro Administrasi Sarana Perkotaan (ASP) Provinsi DKI ini.

Portal ini nantinya akan dibuat otomatis. "Kalau busway yang mau lewat, portal terbuka. Sebaliknya, kalau kendaraan lain, portal tetap tertutup," kata Tauchid.

Dengan portal ini diharapkan jalur busway bisa steril dari kendaraan non busway, sehingga waktu tempuh bisa lebih singkat. Headway (waktu jeda antar bus) juga bisa dipersingkat sehingga pelayanan lebih baik. "Saat ini masih dikaji, kalau memang efektif akan segera kita ajukan pengadaannya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tauchid juga mengatakan, 13 busway gandeng (articulated bus) segera memperkuat armada busway koridor IV, V, VI dan VII. "Sekarang masih dalam proses penyelesaian," katanya.

Demikian juga dengan 30 bus milik PT Primajasa yang juga diperuntukkan untuk koridor yang sama, masih dalam penyelesaian. Sedangkan 34 bus milik PT Eka Sari Lorena sudah selesai dan siap digunakan.

Ke-87 bus baru ini sebenarnya jatah koridor IV, V, VI dan VII. Sementara itu koridor VIII, IX dan X yang infrastrukturnya selesai akhir bulan ini, belum punya armada.

Tauchid tidak bisa memastikan apakah 87 bus baru ini akan dipinjamkan dulu untuk koridor VIII, IX dan X. "Nanti akan dilakukan kajian perencanaan, dari sana bisa tahu apakah memadai bila dipinjamkan," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Tauchid, dalam perjanjian kerjasama antara BLU Transjakarta dan operator, dimungkan armada dipinjamkan ke koridor lain. (Bgz/OL-03)

 

CopyRight @ Berita Nusantara.Com 2010